Sekitar 2 tahun yang lalu, pada tanggal 15 Oktober 2015, dibuka larangan energi terbarukan di Argentina.
Tanggal ini ditonjolkan dengan diterbitkannya undang-undang 27.191 dalam Berita Resmi, suatu norma yang benar percikan api Hal ini memicu pertumbuhan spektakuler energi terbarukan di negara bagian selatan. Undang-undang tersebut memperkenalkan serangkaian insentif dan peraturan utama yang berperan penting dalam menarik investasi dan mendorong pengembangan proyek energi terbarukan di seluruh wilayah.
Berkat undang-undang ini, Argentina telah menarik investasi lebih dari satu kali 7000 juta, memungkinkan pendirian perusahaan baru yang didedikasikan untuk penerapan dan pengelolaan pembangkit listrik tenaga fotovoltaik, pembangkit listrik tenaga angin, biomassa, biogas, dan pembangkit listrik tenaga air mini.
Program RenovAr: Mesin Perubahan
El Program RenovAr, yang dipromosikan oleh pemerintah, adalah kuncinya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi energi terbarukan dalam matriks energi negara, yang saat ini hanya mencakup 2%. Namun, Argentina telah menetapkan tujuan ambisius untuk meliput 20% matriks energinya menggunakan energi terbarukan pada tahun 2025.
Hingga saat ini, tiga putaran tender Program RenovAr telah dilaksanakan: Putaran 1 pada bulan Agustus 2016, Putaran 1.5 pada bulan November 2016 dan Putaran 2 pada bulan Oktober 2017, yang bersama-sama telah menghasilkan 4466,5 MW dalam proyek-proyek yang didistribusikan dalam 147 kontrak. Selain itu, ada proyek-proyek di bawah resolusi 202 yang akan berkontribusi pada tujuan tersebut.
Energi angin dan matahari menjadi pemenang terbesar dalam tender ini, yang tidak hanya berdampak pada kapasitas terpasang, namun juga daya tarik sumber daya alam. investasi internasional. Hal ini penting karena, meskipun Argentina memiliki sumber daya alam yang melimpah, Argentina masih tertinggal dibandingkan negara tetangganya seperti Brazil atau Chile, yang memimpin dalam hal kapasitas terpasang energi terbarukan.
Boom Investasi Internasional
UU 27.191 tidak hanya mendorong terciptanya proyek-proyek lokal, tetapi juga menarik perhatian penting investasi internasional. Perusahaan-perusahaan global telah melihat Argentina sebagai pasar yang menarik berkat sumber daya alam yang melimpah di negara tersebut: potensi angin yang signifikan di Patagonia dan sumber daya tenaga surya yang belum dieksplorasi di bagian utara negara tersebut.
Sebagai perbandingan, perjalanan negara ini masih panjang: sementara Argentina saat ini memiliki 678 MW yang terpasang pada energi terbarukan, negara tetangganya Uruguay dan Chile masing-masing memiliki 1720 MW dan 3740 MW. Namun, negara tersebut berencana untuk mencapai tujuan tersebut 10.000 MW pada tahun 2025, yang akan mempercepat transisi energi.
Harga kompetitif dan profitabilitas
Salah satu daya tarik terbesar pasar energi terbarukan Argentina adalah harga kompetitif. Dalam tender Program RenovAr, harga telah dicapai serendah 45 USD/MWh, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan 70-80 USD/MWh yang dibayarkan oleh pengguna industri untuk energi tak terbarukan. Hal ini mencerminkan penghematan besar yang dapat memberikan dampak positif terhadap suku bunga bagi konsumen akhir.
Energi Angin: Pilar Energi Masa Depan
Energi angin dikonsolidasikan sebagai mesin perubahan dalam matriks energi. Sejauh ini, kontrak pembangkit listrik tenaga angin telah diberikan secara total 2,5 GW di seluruh negeri, memposisikannya sebagai teknologi dengan bobot terbesar di sektor energi terbarukan Argentina.

Energi angin telah membuktikan efektivitasnya dengan mencakup 73% dari total produksi energi terbarukan di Argentina, yang sebagian besar dipasang di lokasi di provinsi Buenos Aires, Chubut, La Pampa dan Santa Cruz.
Energi Matahari: Potensi yang Belum Termanfaatkan
Meskipun energi matahari hanya mewakili 15% dari produksi energi terbarukan di Argentina, potensinya sangat besar. Beberapa perusahaan, seperti 360 Energi, berinvestasi dalam proyek tenaga surya di provinsi seperti San Juan, Catamarca dan La Rioja, dengan ambisi untuk meningkatkan kapasitas terpasang secara signifikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kapasitas sebesar 816,25 MW telah diberikan pada proyek tenaga surya, dan investasi baru sedang dilakukan dengan tujuan untuk melanjutkan perluasan sumber energi ini.
Biogas dan Biomassa: Alternatif Ramah Lingkungan
Meskipun tenaga angin dan tenaga surya adalah yang paling menonjol, sumber biogas dan biomassa juga mulai berkembang di Argentina. Sampai saat ini, kontrak telah diberikan 65 MW pada biogas dan 158 MW pada biomassa. Perusahaan seperti BenihEnergi Mereka telah mengumumkan investasi berjumlah jutaan dolar di beberapa proyek, seperti pabrik di Venado Tuerto dan Pergamino, dengan harapan dapat lebih meningkatkan kapasitas terpasang di tahun-tahun mendatang.
Biomassa, khususnya, telah menunjukkan kemajuan penting pada berbagai proyek di provinsi seperti Buenos Aires, Córdoba dan Misiones.

Saat ini, Argentina memposisikan dirinya sebagai pemimpin baru dalam produksi energi alternatif, yang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada batu bara dan gas, namun juga menghasilkan manfaat ekonomi penting dan mengurangi dampak lingkungan.
Seiring dengan upaya negara ini untuk melakukan diversifikasi matriks energi dan berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan pada tahun 2025, masa depan energi terbarukan di Argentina tampak semakin menjanjikan.

