ANH menyesuaikan harga bensin premium dan solar ULS

  • Harga baru: Premium+ Bs 7,22; Ultra Premium 100 Bs 7,98; ULS/ULS+ diesel Bs 8,78
  • Harga sudah termasuk PPN dan berlaku mulai 6 Oktober berdasarkan Resolusi 0632/2025
  • Bahan bakar bersubsidi tetap tidak berubah: Khusus (Bs 3,74) dan minyak solar (Bs 3,72)
  • ANH menghubungkan penyesuaian dengan variasi internasional dalam minyak mentah dan input.

Penyesuaian harga bensin premium dan solar ULS

Badan Hidrokarbon Nasional mengumumkan Penyesuaian tarif untuk bensin oktan tinggi dan solar sulfur ultra rendah, suatu ukuran yang memengaruhi referensi premium di pasar dan sepenuhnya resmi.

Perubahan ini berlaku mulai 6 Oktober, melalui Resolusi Administratif RAR-ANH-DJ-UGJN No. 0632/2025, dan berlaku untuk bensin Premium+, bensin Ultra Premium 100, dan solar ULS/ULS+, tanpa mengubah harga subsidi untuk masyarakat umum.

Harga saat ini dan variasi triwulanan

Dengan ketentuan baru, Jumlahnya sudah ditetapkan secara resmi dan menggabungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di seluruh wilayah nasional.

  • Bensin Premium+: Bs 7,22 per liter (sebelumnya Bs 6,68; kenaikan Bs 0,54).
  • Bensin Ultra Premium 100: Bs 7,98 per liter (sebelumnya Bs 7,35).
  • Diesel ULS dan ULS+: Bs 8,78 per liter (sebelumnya Bs 6,96; lonjakan absolut terbesar).

Menurut entitas tersebut, Harga ini berlaku untuk penjualan ke konsumen akhir, sementara solar ULS untuk konsumen besar disalurkan melalui penjualan langsung dari YPFB.

Validitas dan kerangka regulasi

Resolusi tersebut menetapkan bahwa Nilai-nilai tersebut akan berlaku hingga pembaruan berikutnya, sesuai dengan skema tinjauan berkala. Dalam praktiknya, ANH mengonfirmasi bahwa penyesuaian tersebut berlaku untuk kuartal terakhir tahun ini (Oktober-Desember).

Bahan bakar mana yang tidak berubah?

ANH menekankan bahwa Tidak ada perubahan pada bahan bakar bersubsidiHarga Bensin Khusus tetap Bs 3,74 per liter dan minyak solar Bs 3,72 per liter di semua stasiun di seluruh negeri.

  • Bensin Khusus+: Bs 3,74 per liter (tidak ada perubahan).
  • Minyak diesel: Bs 3,72 per liter (tidak ada perubahan).
  • Super Etanol 92: Bs 4,50 per liter (menurut komunikasi terbaru, juga tanpa modifikasi).

Dengan itu, Subsidi negara untuk pilihan paling populer tetap berlaku, meredam biaya mobilitas bagi sebagian besar pengguna.

Faktor-faktor yang menjelaskan penyesuaian

Menurut regulator, Variasi tersebut menanggapi referensi internasional, terutama harga minyak WTI dan input yang terkait dengan bahan bakar dengan aditif nabati, seperti gula atau minyak kedelai.

Konteks biaya global ini, ditambahkan ke dinamika pasar energi, telah mendorong peninjauan ulang terhadap harga produk premium.

Dampak terhadap konsumen dan bisnis

Peningkatan paling terlihat pada ULS diesel, kunci bagi konsumen besar di sektor produktif yang mengakses pasokan melalui penjualan langsung melalui YPFB.

Bagi pengguna yang memilih bahan bakar kelas atas, Referensi baru menunjukkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya; di sisi lain, mereka yang menggunakan bahan bakar bersubsidi tidak akan melihat perubahan apa pun dalam pengeluaran rutin mereka.

Ukuran tetap Premium+ dengan harga Bs 7,22, Ultra 100 dengan harga Bs 7,98 dan ULS/ULS+ dengan harga Bs 8,78, dengan penerapan segera, menjaga harga Bensin Khusus dan minyak solar tetap beku dan menghubungkan penyesuaian dengan faktor internasional dan teknis.

Pemerintah memperbarui harga biodiesel dan bioetanol untuk Oktober 2025.
Artikel terkait:
Pemerintah memperbarui harga biodiesel dan bioetanol pada bulan Oktober